Langsung ke konten utama

Penanganan KBGO (part 2)

KBGO sering menjadi wacana belaka ketika korban enggan untuk berbicara, bukan tak mau untuk bersuara tapi apakah saat ia mengatakan bahwa dirinya mengalami KBGO, masyarakat akan menaruh empati kepadanya? apakah hukum membela ketika ia menjadi korban? apakah tempat teraman ada untuknya?
Sejauh yang gue tau, jarang seorang korban mendapatkan kenyaman tersebut malah dirinya akan mendapatkan tekanan dari berbagai aspek salah satunya faktor dari dampak KBGO. Tak mudah bagi seorang korban untuk lepas dari trauma maka peran kita, orang terdekat, masyarakat bahkan hukum harus menjadi tiang untuk menopang dan membantu korban untuk bangkit, memberikan motivasi bahkan mendengarkan keluh kesah yang ada. Ini sebuah gagasan yang harusnya kita lakukan ketika sudah mengenal dan tau apa dampak dari KBGO. Namun sangat disayangkan hanya segelintir orang yang mau untuk membuka pikiran, membantu dan berjuang bersama dengan korban, yang lain nya malah asyik menyalahkan bahkan menutup mata untuk melihat kebenaran.

Jika kamu pernah mengalami KBGO, coba berbicara pada orang terdekatmu yang dapat kamu percayai untuk bercerita kekerasan yang kamu alami. Dukungan kawan dan orang terdekat adalah satu langkah awal terpenting. 

Namun jika menurutmu tak ada orang terdekat atau kawan yang bisa di ajak bicara, maka cobalah hubungi orang atau organisasi yang bisa mendampingi mu.

Hal yang perlu kamu ketahui
Kamu tidak bersalah dan kamu tidak sendiri. 

PENANGANAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO). 

Ada empat aspek yang bisa di lakukan untuk penanganan KBGO yaitu : 
  • Sosial
  • Teknologi
  • Hukum 
  • Psikologis

SOSIAL
  • DENGARKAN TANPA JUDGMENT > Tanyakan hal-hal yang membutuhkan klarifikasi dan kejelasan tapi jangan pertanyakan kebenaran ceritanya.
  • IDENTIFIKASI ELEMEN KEKERASAN > Kerapkali KBGO yang terjadi tidaklah tunggal melainkan multi demensi, baik bentuk KBGO maupun bentuk kekerasan yang lain.
  • DOKUMENTASI KEKERASAN SEBAGAI BARANG BUKTI > Contoh bentuk dokumentasi : semua pesan, gambar, unggahan, ancaman, profile pelaku, atau rekaman panggilan telepon.
  • EKSPLOR OPSI PENANGANAN DAN BANTU KORBAN MENGAMBIL KEPUTUSAN > Tetap kelolah harapan korban (managing expection) namun ingat pada akhirnya keputusan sepenuhnya ada ditangan korban.
  • SUPPORT SYSTEM > Temani korban, yakinlah bahwa ia tak sendiri, ia tidak bersalah dan tunjukkan upaya bahwa kamu akan membantunya
TEKNOLOGI
  • SOLUSI CEPAT;SHORT-LIVED > Hal ini perlu disampaikan kepada korban agar korban bisa mengelolah harapannya.
  • KEAMANAN DIGITAL > (1) Mengamankan semua perangkat digital dan akun online nya (e-mail, sosial media dll). (2) Anjurkan untuk menganti semua password nya dengan password yang lebih kuat. (3) Ajak korban untuk memeriksa kembali pengaturan privasi akunnya dan mengganti nya dengan yang lebih ketat. (4) periksa daftar perkawanan korban dan coba cari kemungkinan orang-orang yang bersekongkol atau membantu pelaku untuk mencari informasi. 
  • INVESTIGASI > Platform apa yang digunakan untuk menyebarkan foto dan video? Apakah korban memungkinkan untuk mengenal pelaku? Dari mana pelaku mendapatkannya? Apakah foto atau video itu dikelola dalam penyimpanan digital? Apakah ada meta data yang bisa dilihat foto atau video itu? Apakah informasi atau data pesonal korban juga tersebar?
  • IP ADDRES > Bisa menjadi tambahan informasi saat melapor ke polisi dengan catatan pelaku tidak menyembunyikan IP ADDRESnya. 
  • REPORT ATAU TAKE DOWN > Kerja kolektif. Dalam beberapa kasus, Kominfo terlibat dalam penurunan konten meski sering hal ini menjadi problematika.
  • ABAIKAN DAN DISKONEK > Assessment terkait dengan pelaku sangat perlu dilakukan sejak dini. Yakinkan bahwa diskonek bukan berarti kalah atau menyerah, melainkan sebuah strategi untuk menenangkan diri, recharging dan menyusun kembali strategi.
  • AMBIL ALIH > Jenis pengambil alihan : (1) Ambil alih pengawasan atau penelusuran akun-akun pelaku. (2) Bila memungkinkan, dengan kosen dan dibawah pengawasan korban, ambil alih akun milik korban yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pelaku.
HUKUM
  • BANTUAN HUKUM > Konsultasikan dengan penasihat hukum. 
  • LAPOR POLISI > Bila korban memutuskan mengambil langkah hukum laporan bisa di lakukan di divisi Cyber Crime Investigation Center (CCIC) polri. Bawa semua salinan bukti. Dorong penasihat hukum untuk ikut menemani korban melakukan pelaporan pada pihak berwajib. 
  • PENGADUAN KEPADA KOMNAS PEREMPUAN > Bila korban menempuh jalur hukum, bila dibutuhkan Komnas Perempuan bisa menyediakan Amicus Curiae, saksi ahli dan surat dukungan. 
  • PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN > (1) Bila masih dimungkinkan, perlindungan secara kolektif/komunitas bisa di lakukan dengan menyedikan safe house dan langkah-langkah keamanan tertentu; (2)  Meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menyediakan perlindungan pada saksi dan korban apabila ancaman pada saksi dan korban tidak bisa diatasi oleh kolektif/komunitas.
PSIKOLOGIS
  • PEER SUPORT > Bisa dilakukan oleh suport system atau pendampingan secara individu maupun kolektif dengan persetujuan korban. 
  • KONSELING > Bila assesment menunjukan bahwa korban memerlukan bantuan psikologis profesional segera rujuk korban ke organisasi penyedia layanan konseling untuk perempuan korban kekerasan. 
Dari penjelasan di atas kita bisa membantu korban KBGO untuk segera melaporkan kasus yang terjadi kepadanya, karena jika ditunda ada kemungkinan korban menjadi takut dan enggan untuk bercerita, memahami kondisi fisik dan psikis korban merupakan langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan KBGO. Tentu kita pun harus turut andil memerangi KBGO. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mau menindak lanjutkan kasus KBGO semoga usaha kita bisa membersamai dan membantu korban bangkit dari trauma hingga KBGO tak lagi menghakimi perempuan-perempuan lainnya. Mungkin ini yang bisa gue sampaikan dari lanjutan workshop minggu lalu, maaf banget update nya telat, semoga ini bisa menjadi bacaan yang bermanfaat tentunya.  Dan terima kasih untuk penyelenggara dari workshop "PurpleCode Collective" semoga kita bisa terus berjuang dan membantu korban kekerasan. 


Sumber : buku saku di instagram @purplecode_id
Teman-teman bisa untuk mengunduh buku saku tersebut yang ada di link bio Instagram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Depan Mau Apa?

Udah lama banget gue gak nongol untuk menulis, sampai gak kerasa kalau udah ganti tahun aja. Banyak hal yang terjadi selama 12 bulan. Dan sudah menjadi kebiasaan manusia untuk melakukan kilas balik diakhir tahun akan apa aja yang sudah terjadi dalam hidupnya selama setahun terakhir. Hal tersebut biasanya dibarengi dengan planning yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Misal ada yang ingin lebih sukses, lebih sehat, naik gaji, dapat pacar, menikah, punya anak, punya rumah sendiri dan hal yang lainnya. Segala sesuatu hal dari yang paling sederhana hingga yang besar. Untuk gue, tahun 2024 itu adalah tahun gue untuk berproses, berusaha dan belajar. Yaa walaupun setiap tahun memang pasti belajar, tapi gue lebih kerasa belajar beneran. Di tahun itu gue sedang di fase mencari lebih mendalam tentang diri gue, tentang apa yang gue inginkan dan mencocokkan hal-hal yang baru kedalam kehidupan gue.  Ternyata banyak banget catatan yang harus gue perbaiki, mulai dari aktivitas, pekerjaan, e...

Mencari Sebuah Kenyamanan (Usaha)

Seberapa besar tingkat ketidaknyamanan hidup dari seorang manusia, kalo di kasih skala 1-10 gue akan milih 11. Why? (Cek sound satu,dua,tiga...) Jujur di tahun 2022 ini gue lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, situasi ini membuat gue cukup tidak terkontrol, kecemasan makin menggila dan overthinking gue terhadap sesuatu kian meningkat. Ketidaknyamanan yang sedang gue hadapi muncul karena beberapa faktor yang mendominasi tubuh dan juga pikiran. Rasanya bingung diri ini mau gimana dan harus bagaimana, sebab jawaban yang gue dapat selalu ambigu. Awalnya gue mikir "Ah, gue lebih suka mencari dan mendapatkan informasi dari official statement , di luar dari itu gue gak akan memikirkannya." Tapi seiring berjalannya waktu, gue malah terjebak di situasi yang tidak menguntungkan. Lantas apa yang bisa dilakukan diri ini? Kemana lagi gue harus menemukan jawaban? Sebagai seorang muslimah yang Insya Allah sedang belajar istiqamah, tentu gue akan mencari jawaban di.... google . Kala...

Yang Terjadi Selama Tahun 2022

Tulisan ini gue buat untuk hiburan semata dan merefleksikan apa yang sudah terjadi di tahun 2022, yang mau melanjutkan membaca monggo dipersilahkan, tapi inget ojo baper yo... Januari Tahun ini dibuka sama hal-hal yang cukup menyenangkan namun tetap dengan permasalahan lama yaitu gue belum dapat pekerjaan, saat itu usia gue 23 tahun di mana usia ini menjadi momok perbincangan yang sangat hangat di lingkungan tempat gue tinggal, usia yang bisa dibilang cukup dewasa tetapi gue masih sering berubah-ubah dengan pertumbuhan emosional gue, alias LABIL.  Februari   Katanya bulan ini adalah bulan cinta, tapi gue masih aja tuh belum menemukan si cinta. (Cakilee baper) Gak ada yang spesial sih, selain kegiatan biasa gue yaitu mulai kembali meyakinkan diri untuk "yuk bisa aktif nge-blog lagi". (tapi ya tapi namanya manusia sering banget mager dan gue salah satunya) Maret Di bulan ini, gue seneng banget akhirnya jiwa wibu gue kembali aktif, gue dan beberapa temen ikut event nobar movie J...