Aktivitas yang gue lakukan akan menjadi rekam jejak hidup, yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk menilai apakah gue layak atau tidak menempati sebuah circle yang lebih besar yaitu lingkungan. Namun, tanpa sadar gue terlalu asyik dengan kehidupan sendiri yang lebih mengutamakan kenyamanan gue ketimbang doktrin dari masyarakat, lalu ada segelintir orang yang suka banget berkomentar perihal hidup gue, nggak masalah sih selama itu bisa jadi motivasi untuk terus maju pasti gue terima masukan yang ada. Namun ada kata yang menjadi struggle buat gue, terkadang ini juga masalah yang sulit untuk gue jawab, perihal KAPAN?
Banyak masukan yang gue terima semasa hidup dari mulai pekerjaan, penampilan, kebiasaan, bahkan kepribadian. Pasti sih, semua orang akan dapat masukan dari berbagai aspek termasuk gue, balik lagi kalau itu positif untuk kehidupan bisa diambil inti kebaikannya tapi kalau negatif ya sekedar lewat aja, seperti pepatah yang sering gue dengar "Masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri." Kita bisa kok untuk mem-filter saran yang kita dapatkan.
Bye the way untuk case gue sendiri yang terbilang cukup sering dilontarkan yaitu KAMU KAPAN?
Cerita sedikit, minggu lalu gue datang ke acara pernikahan adik teman gue, senang dan bahagia pokoknya karena gue juga kenal dengan si calon, nah di sana tuh ada teman gue juga, dia bawa doi-nya singkat cerita selesai kami salaman dengan mempelai, gue dan teman-teman nggak lantas pulang tapi kami ngobrol santuy karena jarang ketemu jadi temu kangen dulu, disela obrolan ada pertanyaan yang keluar "Kapan kamu nyusul?" Paham sih kalimat ini, gue cuma bisa jawab "Kalau sudah waktunya pasti dipertemuan kok." Nggak lantas selesai tuh pertanyaan masih berlanjut dong "Mau yang gimana sih? Jangan terlalu pilih-pilih." Balik lagi gue jawab "iya, nggak milih-milih kok." Gue lebih baik menjawab singkat aja, ketimbang bertele-tele karena ini pertanyaan yang cukup sensitif untuk dijawab, sebab semua ini adalah pilihan.
Kalau pertanyaan yang begini pasti sering didapatkan orang-orang yang memang usianya sudah terbilang mencukupi tapi bukan berarti kami juga tidak memikirkan perihal pasangan hidup tapi ada prioritas yang memang harus di dahulukan, balik lagi sih semua soal waktu.
Pembelajaran juga penting dalam membangun sebuah keluarga, btw menurut gue kalau cuma sekedar menikah namun nggak ada tujuan yang pasti, what for? Setidaknya kan kita ada opsi untuk menentukan apa yang harus di lakukan. Tapi gue yakin kok sebagian orang yang memutuskan untuk berkeluarga pasti sudah memikirkan matang-matang apa yang akan mereka lakukan setelahnya. Semua perihal diri masing-masing. Jangan terlalu merasa dikejar umur kalau sudah waktunya dan di situasi yang tepat pasti KAPAN itu akan berakhir kok.
Lebih baik kita memperbaiki diri, lebih mendekatkan diri kepada Sang Kuasa dan juga banyak belajar agar saat waktunya tiba, kita sudah mempersiapkan segalanya.
Jadi lebih baik kita ngobrol yang lain yuk, ketimbang obrolan yang basi perihal KAPAN?

Komentar
Posting Komentar