Langsung ke konten utama

Mengenal KBGO (part 1)


Berbicara tentang teknologi yang semakin berkembang pasti identik dengan berbagai sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp dsb yang biasa kita gunakan untuk mengekspose kegiatan, media ekspresi atau sekedar seru-seruan. Namun tanpa kita sadari kemajuan teknologi menjadi sebuah problem baru seperti hal nya kenyamanan dan keamanan saat bermain media sosial menjadi masalah yang complicated untuk sebagian orang dan sering kali perilaku menyimpang didapatkan dari penggunaan medsos berupa pelecehan seksual, penipuan, bullying bahkan kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Untuk KBGO mungkin masih asing ditelinga, tapi pernah nggak kita berfikir bahwa KBGO ini pernah kita alami?
Mungkin ada yang pernah mengalami namun belum mengerti apakah KBGO? Jenisnya seperti apa? Dan seberapa kuat dampaknya bagi si korban?

KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO)

kekerasan berbasis gender di ranah online yang menggunakan teknologi sebagai mediumnya. KBGO sendiri perpanjangan dari kekerasan berbasis gender di ruang fisik/offline.
KBGO menyasar identitas perempuan dan kelompok rentan lain seperti minoritas gender dan seksualitas. Karena ada nya relasi kuasa yang timbang mudah bagi pelaku KBGO melakukan beragam bentuk kekerasan. Untuk kasus KBGO ternyata masih jarang di lirik oleh publik karena cakupan nya agak luas dan juga masih banyak korban yang tidak ingin buka suara karena merasa ini masalah yang privasi banget, apalagi kalau berhubungan dengan seksual agaknya lebih tabu lagi untuk didengar oleh society, yang ada mereka disalahkan.

BAGAIMANA DENGAN INDONESIA?
  • Menurut CATAHU 2020 (dikeluarkan tahun 2021) Komnas Perlindungan perempuan mencatat 942 kasus KBGO terlapor sepanjang tahun 2020. Naik lebih dari 300% dari Tahun 2019.
  • Laporan tentang penyebaran konten intim secara non konsensual telah meningkat sebesar 375% (169 kasus) dibandingkan tahun 2019 (45 kasus) dengan wabah Covid-19 berkaitan dengan peningkatan tersebut. 
  • Estimasi PBB 90% perilaku agresif, pelecehan penggunaan kata-kata kasar, merendahkan dan eksploitasi foto menyasar perempuan. 
KARAKTER KBGO
  • Merupakan ekspresi relasi kuasa yang timpang. 
  • merupakan ekspresi diskriminasi gender. 
  • memiliki ragam bentuk kekerasan dan melibatkan pelaku yang beragam. 
  • Terkait atau saling mempengaruhi dengan kekerasan berbasis gender di ranah luring (offline). 
  • difasilitasi teknologi digital sebagai mediumnya. 
APA SAJA JENIS-JENIS KBGO?
  1. TROLLING/ONLINE HARASSMENT merupakan kekerasan berupa penghinaan, diaku sebagai candaan, seksis atau komentar.
  2. DISTIRBUSI FOTO/VIDEO INTIM NONKONSENSUAL kekerasan berupa penyebaran foto atau video intim korban tanpa kesepakatan.
  3. PEMERASAN/EXTORTION kekerasan berupa ancaman dalam bentuk apapun untuk membuat korban melakukan apa yang diinginkan pelaku.
  4. SEXTORTION kekerasan berwujud pemerasan yang secara khusus berbentuk seks.
  5. ONLINE STALKING kekerasan berupa penguntitan atau pengawasan di ranah digital.
  6. TECH-ENABLE SURVEILLANCE kekerasan berupa pengawasan dengan menggunakan teknologi digital (aplikasi atau softwore).
  7. DOXING kekerasan berupa penyebaran informasi personal.
  8. OUTING kekerasan berupa pengunggapan secara identitas gender dan orientasi seksual seseorang kepada publik tanpa kesepakatan. 
  9. PEMALSUAN PROFIL (IMPERSONANISASI) kekerasan berupa pembuatan akun baru yang seolah milik korban.
  10. PERETASAN kekerasan berupa intrusi, akses atau pengambil alihan akun tanpa otoritas pemilik.
  11. PRONOGRAFI kekerasan dengan menjadikan korban sebagai objek pronografi dengan memaksa korban untuk melakukan tindakan/hubungan seksual.
  12. MANIPULASI FOTO/VIDEO kekerasan berupa pemalsuan foto atau video korban.
  13. HONEY TRAP kekerasan berupa penjebakan yang dilakukan pelaku terhadap korban dengan melibatkan relasi romantis atau seksual dan berujung pemerasan. 
  14. PORNOGRAFI ONLINE ANAK kekerasan berupa eksploitasi anak untuk dijadikan objek materi pornografi (foto atau video). pengambilan materi bisa secara luring dan disebarkan secara daring.
  15. CYBERGROOMING kekerasan di mana pelaku (biasanya orang dewasa) menyasar anak atau remaja dan membangun kedekatan emosional dan mendapatkan kepercayaan dari calon korbannya.
MOTIVASI/TUJUAN
  • Penghinaan/penghancuran martabat
  • Kriminalisasi
  • Pembungkaman
  • Kontrol
  • Pemerasan
Dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa KBGO bukanlah kekerasan yang bisa kita anggap remeh hanya karena berkutik di ranah daring ternyata banyak sekali jenis yang membuat kita sadar bahwa penting untuk mengenal tentang KBGO, tanpa sadar ternyata gue pribadi pernah mengalami dari beberapa jenis yang tertera tapi karena dulu gue belum ada edukasi perihal kekerasan seksual serta perasaan takut, minder, bahkan malu selalu menjadi penghalang untuk membicarakan ini apalagi ke keluarga. Balik lagi karena gue menganggap ini adalah privasi yang tabu.

Dampak yang gue rasakan saat itu sangat luar biasa, yaitu gue menjadi orang yang pendiam dan takut untuk mengatakan yang sebenarnya sedang terjadi pada diri gue. 

Kalau kita telusuri lagi dari berbagai kasus ternyata dampaknya begitu banyak yaitu ketakutan, trauma, isolasi, penyerahan diri pada control, luka fisik, kriminalisasi, bungkam, kehilangan ekonomi bahkan kematian.

Lalu adakah cara untuk para korban KBGO terlepas dari berbagai dampak negatif ini? apakah peran hukum bisa mendukung korban KBGO?

Semua akan gue coba jelaskan di blog selanjutnya, semoga ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Dan terima kasih untuk PurpleCode Collective yang sudah memberikan materi workshop minggu lalu tepat nya tanggal 10 dan 17 April 2021, juga teman-teman yang bergabung di workshop ternyata dari berbagai pulau, sangat menarik, interaktif banget dalam menanggapi kasus KBGO. Suatu pelajaran yang berharga buat gue semoga tulisan ini juga bisa membantu teman-teman agar lebih MENGENAL KBGO.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai dan Prinsip : Intersectionality & Inclusiveness Part-2 (Hari kedua "Kelas Literasi Feminis")

Hai teman-teman, karena hari kedua ini gue sudah memasuki materi pertama pada kegiatan KLF dan sudah mendengarkan diskusi serta menyampaikan pertanyaan, maka sesi pertama selesai dengan begitu banyak pembahasan yang cukup memberikan informasi tentang Intersectionality dan Inclusiveness, tepat pukul 12.10 WIB kami diizinkan istirahat makan siang, menunaikan ibadah solat (bagi beragama Islam) waktu yang diberikan sekitar 45 menit untuk kami rehat karena berjam-jam di layar laptop atau ponsel nantinya akan merusak kesehatan mata jadi kami gunakan sebaik mungkin waktu istirahat untuk refresh kembali tubuh dan pikiran. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.55 WIB ruang zoom kembali dibuka, sebelum memasuki sesi materi kedua kami melakukan senam wajah agar tidak mengantuk saat mendengarkan materi, karena jam siang itu godaan bagi kita untuk mengantuk maka kamipun melakukan ice breaking juga sekitar 10 menit. Selesai melakukan senam dan ice breaking kami mulai pada tahap sesi materi. Se...

ShareYuk (Jujutsu Kaisen 0)

Hai teman-teman, ditulisan kali ini gue pengen mencoba untuk mereview film, drama atau anime. Walaupun masih awam banget dalam dunia review tapi gue harap kalian bisa menikmati dan memahami dengan apa yang akan gue share. Sebelumnya gue mau memperkenalkan segmen ShareYuk yang tercetus karena kebiasaan baru yang akhir-akhir ini sedang gue geluti yaitu menonton, sebenarnya sudah cukup banyak film, drama & anime yang gue tonton tapi kayaknya terlalu hampa banget kalau hanya gue sendiri yang menikmati, jadi kepikiran untuk "Yaudah, gue coba belajar review deh, sebagai informasi & referensi buat temen-temen kalau ingin menonton" Nah begitu ide ini tercetus maka film pertama yang akan gue share yaitu Movie Jujutsu Kaisen 0 (Disclaimer : Sebagai informasi kalau tulisan ini mengandung banyak sekali spoiler jadi yang tidak ingin terspoilerkan harap untuk menepi serta tidak melanjutkan membaca, terima kasih atas pengertiannya. Oke, gue lanjut ya untuk mereview). Jadi sebelum ...

Mencari Sebuah Kenyamanan (Usaha)

Seberapa besar tingkat ketidaknyamanan hidup dari seorang manusia, kalo di kasih skala 1-10 gue akan milih 11. Why? (Cek sound satu,dua,tiga...) Jujur di tahun 2022 ini gue lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, situasi ini membuat gue cukup tidak terkontrol, kecemasan makin menggila dan overthinking gue terhadap sesuatu kian meningkat. Ketidaknyamanan yang sedang gue hadapi muncul karena beberapa faktor yang mendominasi tubuh dan juga pikiran. Rasanya bingung diri ini mau gimana dan harus bagaimana, sebab jawaban yang gue dapat selalu ambigu. Awalnya gue mikir "Ah, gue lebih suka mencari dan mendapatkan informasi dari official statement , di luar dari itu gue gak akan memikirkannya." Tapi seiring berjalannya waktu, gue malah terjebak di situasi yang tidak menguntungkan. Lantas apa yang bisa dilakukan diri ini? Kemana lagi gue harus menemukan jawaban? Sebagai seorang muslimah yang Insya Allah sedang belajar istiqamah, tentu gue akan mencari jawaban di.... google . Kala...