Langsung ke konten utama

Victim Blaming


Victim Blaming merupakan sikap menyalahkan korban atas pelecehan seksual yang dialami dan cenderung membela si pelaku dengan alasan korban tidak bisa menjaga dirinya, sikap ini membuat si korban enggan untuk berbicara bahkan melapor pada pihak yang berwajib karena takut di judge oleh masyarakat.

Disclaimer : Tidak menutup kemungkinan bahwa korban adalah laki-laki tapi yang gue bahas di sini lebih ke perempuan dan anak karena kebanyakan kasus, yang menjadi korban adalah perempuan dan anak disebabkan mereka adalah sosok yang rentan.

Setiap ada kasus sexual harassment jarang banget kita mendengar korban dapat pembelaan dari masyarakat, malah si korban disalahkan atas pelecehan tersebut. "Salah dialah pakai pakaian yang nggak menutup aurat jadinya mengundang nafsu."
"Makanya mba kalau make up jangan berlebihan, pengen banget ya digoda." Statement ini sering kali gue dengar, bahkan ada yang mengibaratkan "Kalau kucing dikasih ikan asin, ya langsung di makanlah".
Lagi-lagi korban mendapat bullying dari masyarakat, sudah dia jadi korban terus disalahkan.

Kadang perkara menutup aurat menjadi landasan utama untuk menyalahkan korban, banyak sebagian orang yang sudah menutup aurat dan berpakaian syari pun masih sering mendapat pelecehan seperti catcalling. "Lebay banget, dia kan bermaksud baik, dia cuma salam". Heii belum tentu ketika ada abang-abang salam atau bilang "hai cantik" itu tandanya dia benar-benar mengucapkan salam, not really. Tapi ini memang sering kali terjadi dan menjadi masalah yang complicated bagi perempuan.

Memang didalam Al-quran diwajibkan untuk perempuan menutup auratnya dan ya gue setuju. Tapi gue kurang setuju menutup aurat itu bisa menjadikan kita terhindar dari pelecehan seksual. Kenapa hanya perempuan yang mendapat tekanan untuk menutup aurat, berbicara dengan lemah lembut sedangkan laki-laki tidak disuruh untuk mengontrol diri, menundukkan pandangan. Memang manusia diberi hawa nafsu tapi manusia juga dikasih akal pikiran kan?

"Menentang agama banget, kan emang perempuan di wajibkan menutup aurat". Oke, masalah menutup aurat itu menurut gue masalah personal seseorang yang secret ke Tuhan-Nya, itu bukti perjalanan dia menuju ketakwaan kepada Allah SWT dan semua nggak bisa disama ratakan, perjalanan hidup seseorang itu berbeda-beda dan kita hidup dengan berbagai macam ras, agama, culture bahkan cara pandang.  

Banyak kasus anak SD yang belum baligh dan belum memiliki kewajiban untuk menutup aurat tapi menjadi korban pelecehan seksual. Back again all about self-control.

Dulu gue juga termasuk orang yang menyalahkan korban, tanpa tau seluk beluk kasus tersebut yang ada dalam pikiran gue, pokoknya korban yang salah. Tapi makin ke sini setelah gue belajar, gue mulai sadar ternyata sikap ini sangat misoginis banget yang mendarah daging bahkan menjadi toxic, seolah gue malah merendahkan perempuan, memandang kalau gue lebih baik, itu merupakan sikap yang buruk, mulailah gue mencoba memahami dari sudut pandang korban. Ternyata yang selama ini gue yakini sebagai kebenaran ternyata malah menjadi toxic dan keburukan, gue merasa harus lebih banyak belajar lagi. 

Dan buat kalian yang masih menyalahkan korban pelecehan seksual, coba deh ibaratkan posisi kalian adalah korban pasti kalian mengerti kenapa korban harus kita dengarkan.
Try to be a good listener and you will understand. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Depan Mau Apa?

Udah lama banget gue gak nongol untuk menulis, sampai gak kerasa kalau udah ganti tahun aja. Banyak hal yang terjadi selama 12 bulan. Dan sudah menjadi kebiasaan manusia untuk melakukan kilas balik diakhir tahun akan apa aja yang sudah terjadi dalam hidupnya selama setahun terakhir. Hal tersebut biasanya dibarengi dengan planning yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Misal ada yang ingin lebih sukses, lebih sehat, naik gaji, dapat pacar, menikah, punya anak, punya rumah sendiri dan hal yang lainnya. Segala sesuatu hal dari yang paling sederhana hingga yang besar. Untuk gue, tahun 2024 itu adalah tahun gue untuk berproses, berusaha dan belajar. Yaa walaupun setiap tahun memang pasti belajar, tapi gue lebih kerasa belajar beneran. Di tahun itu gue sedang di fase mencari lebih mendalam tentang diri gue, tentang apa yang gue inginkan dan mencocokkan hal-hal yang baru kedalam kehidupan gue.  Ternyata banyak banget catatan yang harus gue perbaiki, mulai dari aktivitas, pekerjaan, e...

Jangan lupa bahagia, seriusan ini cuy!

Beberapa bulan belakangan ini gue sering banget mendengar omongan-omongan yang bikin down , entah itu tentang pekerjaan, lifestyle bahkan kehidupan pribadi gue yang penuh dengan tanda tanya.  Jadi begini temen-temen, kadang menerima saran dari orang tuh ada baiknya. Gue salah satu orang yang sering banget mendapatkan saran karena menurut gue kita perlu loh menanyakan hal yang gak bisa kita kelola sendiri, but sometimes people change. Termasuk diri gue sendiri.  Manusia gampang berubah, hal tersebut bukan sesuatu yang baru. Ada yang berubah kearah yang lebih baik, ada pula kearah yang buruk. Ada yang berubah karena kesadaran sendiri. Ada yang terpengaruh keadaan sekitar. Perubahan bisa terjadi secara drastis dan begitu cepat namun ada juga yang berubah secara perlahan. Kadang perubahan ini yang dapat mendatangkan kebahagiaan atau justru kesedihan. Tapi entah kenapa gue setuju dengan lagu dari album Indigo-RM judulnya "change pt 2" "Things change, people change Everythin...

Tau gak, jadi DEWASA itu Menyebalkan?

Seiring bertambahnya usia, ada satu momen yang pengen banget gue skip, salah satunya adalah menjadi dewasa. Growing up is the most complicated situation ever , hal paling challenging  yang kebanyakan berakhir dengan keputusasaan, karena manusia sarangnya overthinking akan harapan.  Ribet, butuh usaha, butuh kerja keras, butuh pengorbanan, butuh bertahan hidup, butuh banyak sekali hal yang kadang kita kasih, baik yang bisa atau bahkan dipaksa untuk melewati ranah kemampuan kita. Semata-mata dengan alasan karena sudah dewasa.  Ehh iyaa, tapi postingan ini bukan untuk mengajak para pembaca berfikir bahwa menjadi dewasa itu sangat menyebalkan. Jangan buru-buru menyimpulkan dulu, sebagian besar orang-orang yang sudah lebih dahulu merasakan asinnya garam akan mengatakan : "Jangan cepet-cepet menjadi dewasa deh" Itu kalimat yang sering banget gue dengar ketika masih berusia remaja, sekarang gue sedikit paham dengan kalimat itu. Beda orang beda menerjemahkan yaa. Semua kembali k...